Langsung ke isi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disklaimer
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Kontak

Redaksi Bengkulu

  • Pemerintah
  • Terkini

Masyarakat Sipil Tagih Utang Sejarah Imf World Bank

Beranda DAERAH People’s Summit on Alternative DevelopmentMasyarakat Sipil Tagih Utang Sejarah IMF-World Bank
  • DAERAH
  • SOSIAL
  • PEMERINTAHAN

People’s Summit on Alternative Development
Masyarakat Sipil Tagih Utang Sejarah IMF-World Bank

Oktober 9, 2018

0
94

Facebook

Twitter

WhatsApp

LINE

    Moeldoko dalam Jumpa Pers People’s Summit. [Foto : INFID]

    RedAksiBengkulu.co.id, BALI – Indonesia menjadi tuan rumah bagi gelaran IMF-World Bank Annual Meeting yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018. Menyikapi penyelenggaraan event besar ini, lebih dari 20 organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organizations (CSOs) Indonesia dan global, secara independen menggelar “The People’s Summit on Alternative Development : Voices of Justice and Equality from The Past to The Future” pada 8 – 10 Oktober 2018 di Sanur, Bali, Indonesia. Gagasan besar acara ini adalah menuntut akuntabilitas lembaga keuangan internasional khususnya Bank Dunia dan IMF yang memiliki utang sejarah dalam proses pembangunan di Indonesia.

    Dian Kartikasari, Board INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) sekaligus Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), dalam sambutan pembukaan menyatakan, pada forum ini mereka akan mengeluarkan pengalaman-pengalaman, membagikan praktik-praktik baik dan pemikiran mereka sebagai masyarakat sipil terkait pembangunan.

    Menurut Dian, gelaran IMF-World Bank Annual Meeting tahun ini menjadi momentum penting. Karena dunia sedang dalam keadaan yang tidak terlalu baik. “Sejak dulu Bank Dunia, IMF dan lembaga-lembaga keuangan lainnya yang didominasi kepemimpinannya oleh negara-negara maju, menjadi alat atau pendukung untuk memastikan bahwa semua bangsa semua negara taat melaksanakan agenda globalisasi ekonomi yang di dalamnya mencakup tiga mantra. Yaitu liberalisasi, privatisasi dan praktik untuk penguasaan pasar yang mendominasi. Pada akhirnya setelah 25 tahun mantra ini mulai diragukan oleh pimpinan negara maju sendiri”, kata Dian.

    Lebih jauh Dian mengatakan, bahwa sejumlah pimpinan negara maju dalam dua tahun belakangan ini justru berlomba melakukan proteksi bahkan mejadikan pasar sebagai alat perang. Kenyataan ini kemudian memunculkan pertanyaan apakah praktik-praktik pasar bebas yang selama ini didorong untuk diaplikasikan di negara-negara berkembang memang baik untuk dijalankan.

    Keadaan-keadaan yang serba tidak pasti tentu berpotensi mempersulit negara berkembang untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Oleh karena itu, menurut Dian, masyarakat sipil harus bersuara untuk memastikan pembangunan berada di jalan yang benar.

    “Ini bagian dari peran masyarakat sipil sebagai aktor pembangunan,” kata Dian.

    Ah Maftuchan, Direktur Perkumpulan Prakarsa yang juga bagian dari penyelenggara acara menyampaikan, bahwa inisiatif People’s Summit ini lahir dari bawah, dari diskusi masyarakat sipil. Ia ingin menyampaikan pengalaman dan ide-idenya agar pembangunan di level global lebih dekat dengan kepentingan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dan memastikan bahwa tidak ada kelompok yang tertinggal.

    Monica Tanuhandaru, Direktur Eksekutif Kemitraan, menambahkan, bahwa kegiatan ini akan mewadahi insiatif dan perspektif kritis masyarakat sipil terkait pembangunan untuk disampaikan kepada IMF-Bank Dunia. Ia juga mengkritisi skema pembangunan IMF-Bank Dunia yang sering kali tidak membuat masyarakat menjadi mandiri.

    “Melalui forum tiga hari ini, kita bisa secara terbuka dan kritis mendiskusikan jalan yang terbaik dan memproyeksikan kebutuhan yang akan datang,” ungkap Monica. Monica juga mendesak dan mendorong IMF-Bank Dunia untuk menentukan sikap, apakah kita hendak memperkuat atau melemahkan masyarakat sipil ?

    Kepala Staf Kantor Kepresidenan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Moeldoko, yang hadir mewakili pemerintah Republik Indoenesia dan memberikan pidato kunci dalam acara ini mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan yang digagas masyarakat sipil. Menurutnya, perspektif dan masukan masyarakat sipil sangat diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan secara partisipatif dan inklusif serta menyempurnakan kebijakan publik berdasar kepentingan bersama.

    “Peran serta partisipasi aktif, kritik dan seterusnya, itu menjadi sangat penting. Karena perjuangan rekan-rekan kita yang tidak atau bahkan belum terakomodasi dalam sebuah kebijakan publik belum bisa disuarakan teman-teman sekalian yang pada akhirnya pemerintah mendapat masukan”, ungkapya.

    Moeldoko juga yakin, jika acara The People’s Summit on Alternative Development bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat sipil yang selaras dengan energi orientasi pembangunan pemerintah saat ini. Yang mengarah ke pembangunan manusia dengan memerhatikan lingkup sosial, ekonomi dan budayanya. Keterlibatan organisasi masyarakat sipil (civil society organization) menurutnya sangat menentukan kesuksesan pembangunan.

    “Program-program pemerintah seringkali gagal ketika tidak melibatkan masyarakat sipil”, tegasnya.

    Acara yang dihadiri ratusan partisipan ini menghadirkan diskusi-diskusi pleno dan pararel dengan beragam isu tematik. Isu-isu tematik yang didiskusikan dalam sesi acara ini antara lain, membahas isu ekonomi digital, HAM, industri ekstraktif dan keberlanjutan kehidupan lestari di dalamnya, serta yang lainnya.

    Hasil diskusi The People’s Summit on Alternative Development akan disampaikan pada acara Konferensi Pers, Selasa 9 Oktober 2018 di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur. Selain itu, hasil ini juga akan disampaikan langsung kepada pihak IMF-World Bank pada saat kegiatan IMF & World Bank Civil Society Town Hall Meeting, 10 Oktober mendatang.

    “Kritik-kritik berdasarkan fakta (evidence based) yang disampaikan masyarakat sipil dan komitmen bersama yang dirumuskan dalam kegiatan ini diharapkan punya kekuatan untuk mendorong pemerintahan yang bersih, kuat, inklusif dan partisipatif”, tutup Moeldoko.[RILIS]

    Comments

    comments

    • LABEL
    • Ah Maftuchan
    • Civil Society Organizations (CSOs)
    • Dian Kartikasari
    • IMF-World Bank Annual Meeting
    • International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
    • Kepala Staf Kantor Kepresidenan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
    • Moeldoko
    • Monica Tanuhandaru
    • The People’s Summit on Alternative Development

    Facebook

    Twitter

    WhatsApp

    LINE

      Berita sebelumyaPuluhan Relawan PMI dan Pecinta Alam Keliling Pasar Bang Mego
      Berita berikutnyaJumlah DPT Kabupaten Rejang Lebong Berubah ?
      RedAksiBengkulu.co.id

      LEAVE A REPLY Batal balasan

      Please enter your comment!

      Please enter your name here

      You have entered an incorrect email address!
      Please enter your email address here


      This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

      Berita Terbaru

      • Sejarah Asal Mula Neron, Monumen Thomas Parr dan Logo Provinsi Bengkulu
        November 18, 2018
      • (Haruskah) Pulau Tikus Ganti Nama ?
        November 11, 2018
      • Yayasan PUPA Bengkulu Gandeng Mentoring Reses Partisipatif
        November 7, 2018
      • Komunitas Ini Kenalkan dan Ajak Generasi Milenial Lestarikan Puspa dan Satwa
        November 7, 2018
      • Bupati Lebong Serahkan Permohonan Pengakuan Hutan Adat ke Menteri LHK
        November 6, 2018
      • Wujudkan Pembangunan yang Bertanggungjawab, Kabupaten/Kota Perlu DRD
        Oktober 29, 2018
      • November, Pendakian Bukit Kaba Untuk Umum Ditutup Sementara
        Oktober 29, 2018
      • Akan Diawasi dan Dilaporkan Jika Realisasinya Tak Sesuai RKA
        Oktober 18, 2018
      • Jumlah DPT Kabupaten Rejang Lebong Berubah ?
        Oktober 11, 2018

      Berita Terpopuler

      • Ditilang, Perhatikan Kode BRIVA dan Mintalah Bukti Lembar Warna Biru. Jika Tidak Akan Seperti Ini…
        815 views | posted on Juni 5, 2017
      • Sudah Tahu Alat Peraga Pembelajaran Matematika Abad 21 ? Inilah Alat Itu…
        166 views | posted on Oktober 14, 2017
      • CEK ! Daftar Calon Tetap (DCT) Bacaleg DPRD Rejang Lebong
        91 views | posted on September 20, 2018
      • Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Yang Harus Diperhatikan Pemerintah
        88 views | posted on Mei 8, 2018
      • Sejarah Asal Mula Neron, Monumen Thomas Parr dan Logo Provinsi Bengkulu
        74 views | posted on November 18, 2018
      • PERHATIAN !! Ini Aturan Baru Jika Ingin Mendaki TWA Bukit Kaba di Rejang Lebong – Bengkulu
        62 views | posted on Januari 5, 2018
      • Pembangunan Tol Bengkulu – Lubuklinggau, 27 Kilometer Diantaranya Lintasi Rejang Lebong
        48 views | posted on September 6, 2018
      • Unji, ‘Si Cantik’ Banyak Khasiat dan Manfaat Yang Tumbuh di TNKS Rejang Lebong. Tapi Sayangnya….
        44 views | posted on Februari 12, 2018
      • Dari Kardus Bekas, Guru SD Ini Menerima Penghargaan Tingkat Nasional
        35 views | posted on September 19, 2017
      • Soal Kekerasan Seksual, Salah Siapa? Tanggungjawab Siapa ?
        34 views | posted on November 24, 2017

      Tentang Kami   Kontak  Privacy   Pedoman Media   Redaksi   Disklaimer

      Network

      Banten Bandung Jakarta Medan Palembang Kalimatan
      Lombok Tangerang Bekasi Surabaya NTB
      ×

      Latest Post

      Pemerintah

      OJK Ganti Pimpinan! 10 Nama Siap Uji Kelayakan di DPR

      10-03-2026 - 14.25

      OJK Ganti Pimpinan! 10 Nama Siap Uji Kelayakan di DPR

      Pemerintah

      10-03-2026 - 08.25

      Peluang Emas! Sertifikasi Risiko Buka Pintu Karier Baru

      Pemerintah

      Peluang Emas! Sertifikasi Risiko Buka Pintu Karier Baru

      10-03-2026 - 02.25

      Cuan Jumbo dari Infrastruktur! SMI Rilis Obligasi Menarik!

      Pemerintah

      Cuan Jumbo dari Infrastruktur! SMI Rilis Obligasi Menarik!

      09-03-2026 - 23.25

      TERKUAK! Strategi Pertamina Selamatkan Kapal di Hormuz!

      Pemerintah

      TERKUAK! Strategi Pertamina Selamatkan Kapal di Hormuz!

      09-03-2026 - 20.25